WATER RESCUE
WATER RESCUE
Di Indonesia bencana seperti banjir sering sekali terjadi. Oleh
karena itu sebagai salah satu potensi SAR di Indonesia harus bisa
menanggulanginya. Untuk bisa meminimalisir korban kita harus mempunyai
materidan pengetahuan tentang SAR. Salah satu dari banyak materi tentang
SAR yang harus dipelajari adalah WATER RESCUE. Dengan semakin banyaknya
potensi-potensi SAR yang berkompeten maka kita dapat meminimalisir
korban sesedikit mungkin.Water Rescue merupakan salah satu teknik pertolongan yang dilakukan di air. Atau suatu tindakan penyelamatan secara efektif dan efisien, jika manusia dan segala sesuatu yang berharga berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan di air.
Banjir
Banjir adalah bencana alam yang diakibatkan meluapnya aliran sungai disebabkan curah hujan yang tinggi sehingga volume air yang masuk ke dalam sungai tidak dapat tertampung dan merendam lngkungan sekitarnya.
Banjir Bandang
Banjir bandang adalah bencana banjir yang disertai dengan ikutnya material-material seperti batu, tanah, kayu-kayu besar dan bongkahan-bongkahan benda lainnya.
Langkah-langkah dasar Water Rescue :
- Perhitungan dan pertimbangan
- Pengetahuan
- Keahlian seorang petugas
- Kesiapan Fisik
Perlengkapan dalam Water Rescue :
- Perahu : perahu dalam pemgarungan haruslah aman dari benturan dan abrasi serta mudah dikendalikan.
- Pompa : berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam perahu. Pompa dibagi dalam pompa kaki dan pompa tangan.
- Repair Kit : terdiri dari lem, benang, nylon, jarum jahit, dan bahan penambal.
- Rescue rope : berfungsi untuk menolong anggota tim yang terjatuh ke sungai dan dapat berguna juga dalam linning dan scouting. Tali terbuat dari bahan nylon dengan warna mencolok agar dapat terlihat oleh korban, mempunyai daya apung yang tinggi.
- Dry bag : kantong ini berguna untuk menyimpan kaera, obat-obatan, makanan dan benda-benda lain agar tidak basah.
- Carabiner : terbuat dari alumunium alloy, berguna untuk menghubungkan satua alat dengan alat lainnya. Misalnya untuk mengaitkan throw bag pada D-ring (cincin metal berbentuk D yang menempel pada perahu)
- Dayung : berguna dalam manuver, mengatur gerakan perahu. Biasanya terbuat dari ka, alumunium, fiberglass. Bagian dari dayung terdiri dari gagang tangkai (T-Grip), tangkal dayung dan bilah (blade)
- Helm : penutup kepala berguna untuk melindungi kepala bagian ning, pelipis, telinga, dan kepala bagian belakang dan benturan. Terbuat dari bahan yang tidak mudah pecah dan memiliki lubang-lubang kecil di atasnya.
- Jaket pelampung : berguna untuk mengapungkan tubuh, melindungi tubuh dari dingin dan bagian tubuh yang penting.
- Peluit : digunakan untuk membantu pemberitahuan kode bahaya tertentu.
- Perahu karet
- Landing Craft Rubber (LCR)
- River Boat
- Kayak
Cara masuk ke air :
- Slide in entry
- Buat posisi seaman mungkin di tepi air dan masukkan salah satu kaki
- Rasakan pijakan kaki apakah berbahaya atau tidak
- Jatuhkan badan dan tahan berat badan dengan tangan
- Step In
- Lihat arah tujuan air
- Melangkah dengan hati-hati
- Ketika masuk air pastikan lutut menekuk atau kaki menyentuh bokong
- Compact Jump
- Letakkan kedua tangan menyikap dada
- Melangkah pada tepian air dengan satu kaki, kaki yang lain dan pastikan kedua kaki menyentuh dasar
- Tubuh vertikal dan memakai pelindung’
- Setelah di dalam air pengereman dapat dilakukan oleh kaki atau tangan
- Staddle Entry
- Ambil jarak yang cukup dari tepian
- Lakukan loncatan dengan satu kaki lurus dan kaki lainnya sedikit ditekuk
- Tangan lurus ke samping
- Pandangan lurus ke depan
- Swallow Dive
- Berdiri di tepian lihat ke bawah dan ke depan untuk menentukan arah lompatan
- Tekuk lutut dan gunakan tyangan untuk membantu meneambah momentum ke depan.
- Lakukan lompatan sejauh mungkin ke air
- Masuk dengan hamper horizontal dengan permukaan air
- Kaki dan tangan diluruskan
- Jaga kepala di antara dua tangan dan mata melihat ke air
- Mulailah berenang dengan menunaikan kepala ke permukaan
- Kalau sudah dekat dengan korban, usahakan jangan sampai dipegang oleh korban.
- Berhenti beberapa meter dari korban dan peringatkan dia bahwa anda akan menolongnya.
- Kalau korban pingsan, setelah pingsan, histeris gunakan pendekatan terhadap korban.
- Melakukan penyelamatan secara langsung selama kondisi air dapat dilewati dengan banyak.
- Menggunakan sistem tali dengan teknik drag untuk menyelamatkan korban
sangat bermanfaat..
BalasHapus